Berita

Apa Itu Revolusi Industri 4.0 dan Bagaimana Cara Menghadapinya

Mahirbisnis.id – Apa Itu Revolusi Industri 4.0 dan Bagaimana Cara Menghadapinya. Tentunya kita seringkali mendengar tentang hal ini, dan seakan-akan memasuki sebuah era baru dimana sebuah ketakutan dan ketertinggalan kalau kita tidak segera cepat beradaptasi dengan revolusi industri 4.0.

Apa Itu revolusi industri 4.0?

Tentang hal ini tentu kita sudah sering mendengarnya, namun apakah maknanya, mengapa begitu urgent sekali untuk segera menerapkannya.

Sudah 4 tahapan revolusi industry di dunia ini, dimana dimulai dari Apa Itu revolusi industri 1.0 yaitu ditemukannya mesin uap sebagai pengganti tenaga manusia dan hewan. Sejak ditemukannya mesin uap tersebut dapat meningkatkan pendapatan suatu negara yang mengaplikasikannya sampai 6 kali lipat.

Baca juga : Cara Mudah Menjadi Pengusaha Online Walaupun Pemula

Kemudian lahir kembali Apa Itu  revolusi industri 2.0, mulai ditemukannya listrik dan teknologi motor, ditandai dengan dengan ditemukannya pesawat terbang, pesawat telepon, mobil dan mesin yang menggunakan motor.

Setelah itu revolusi industry 3.0 dengan teknologi digital dan internet.

Setelah itu sejak tahun 2011 kita sudah memasuki revolusi industry 4.0, dimana ada 5 teknologi utamanya yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, Human–Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing.

Teknologi di revolusi industri 4.0
Teknologi di revolusi industri 4.0

Hal ini ditandai dengan robot pintar, mobil tanpa supir, kecerdasan buatan, super komputer dan teknologi editing genetic.

Kalau kita sebagai praktisi internet dan mencari income dari internet tapi tidak mau segera beradaptasi dengan revolusi industri 4.0 maka apa yang kita hasilkan akan sia-sia. Dan perlu dicermati di revolusi industri 4.0 ini besarnya suatu bisnis atau perusahaan tidak akan berpengaruh apa-apa, yang bisa membuat jadi besar suatu bisnis adalah ketika mereka cepat beradaptasi dan lincah dalam mengikuti perubahan teknologi.

Teknologi ini hadir begitu cepat bahkan memaksa perusahaan-perusahaan raksasa tumbang karena lambatnya berubah dan beradaptasi, mungkin karena mereka sudah terlena atau juga sudah percaya diri merasa besar, padahal bahaya kebangkrutan sedang mengancam.

Lihat saja Airbnb mereka tidak memiliki hotel tapi penjualan mereka nomor 1 di dunia, atau juga uber yang mengancam perusahaan-perusahan besar di transportasi, ada juga untuk di dalam negeri traveloka, mereka tidak memiliki maskapai penerbangan, tapi penjualan mereka untuk tiket sangat besar.

Lalu bagaimana cara menghadapinya?

Tentunya sebagai negara terbesar ke 5 pengguna internet di dunia dengan pengguna internet mencapai 143 juta jiwa, maka peluang untuk memasarkan produk bahkan untuk menemukan produk yang berkualitas baik untuk pasar luar negeri tentu tidaklah sulit, apalagi kita ketahui dari dulu bahwa poduk-produk buatan Indonesia sangat bagus hasilnya, baik itu produk fashion, otomotif, kerajinan etnik bahkan hasil kebun selalu nomor satu di dunia.

Namun ada juga hal mirisnya, negara kita hanya menjadi tujuan pasar dari brand besar tersebut, mereka membuat produk dengan tenaga kerja kita dengan biaya yang murah, kemudian di ekspor ke negara mereka dan di labeli diberikan merk dan kemudian dikirim kembali ke negara kita dengan harga yang sudah sangat mahal dan ironisnya ternyata laku keras dan kita bangga memakai produk luar negeri padahal tenaga kerja kita yang membuatnya.

Kalau kita tidak segera berbenah maka kita hanya akan menjadi tujuan market dari produsen luar negeri.

Maka implementasinya adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, yang mana negara kita memiliki usia muda yang melimpah, sehingga pada tahun 2050 nanti Indonesia akan memperoleh bonus dari penduduk yang memasuki usia produktif.

Kita harus berbenah dan belajar mengenai aspek industri, internet dan optimasinya, bisnis local yang kuat. Maka dari itu ada 5 sektor bisnis yang akan berkembang dan terus meningkat, yaitu: industri makanan dan minuman, otomotif, elektronik, kimia dan tekstil (fashion).

Dengan penggunaan teknologi berbasis internet maka akan mendorong kita untuk belajar dan beradaptasi karena akan meningkatkan penjualan, market yang tanpa batas, penambahan sector lapangan kerja baru seperti riset & development, tenaga ahli untuk analisis digital dan operator robot pintar.

Dengan penerapan teknologi Apa Itu di revolus industri 4.0 akan meningkatkan efisiensi yang tinggi, mengurangi waktu dan biaya produksi, meminimalkan kesalahan kerja, dan peningkatan akurasi dan kualitas produk.

Ayo sebagai generasi muda tingkatkan kompetensi kita, jadikan diri kita menjadi pioneer dan bermanfaat bagi sekeliling kita, dan kita bisa memanfatkan momentum ini untuk menggairahkan sector produksi dalam negeri untuk dipasarkan di luar negeri, tentunya hal ini akan terwujud dengan focus, tekun, disiplin dan kerja keras.

Post Comment

%d bloggers like this: