Inspirasi

Inspirasi Belajar Bisnis dari HijUp dalam membangun Marketplace

Mahirbisnis.id – Mendirikan perusahaan Startup di era digital saat ini memang suatu impian semua pebisnis. Namun dalam membangun perusahaan startup tidaklah semudah membalikkan telapak tangan karena butuh perjuangan dan ketekunan. Semua harus didasari kepada kecintaan akan pekerjaan dan juga fokus sehingga bisnis startup yang dibangun akan meraih kesuksesan. Kali ini Mabis akan membahas bagaimana Seorang Mbak Diajeng Lestari mendirikan perusahaan startup hijab pertama di dunia, sebuah marketplace yan dibangun dengan tidak mudah dan banyak jalan yang berliku namun dengan tekad dan ketekunan dari mbak Diajeng membuat HijUp eksis dan bertambah besar hingga saat ini.

Pada awalnya naluri berbisnis memang sudah ada dari diri Diajeng, sejak SD Mbak Diajeng sudah berbisnis dengan menjual cincin yang terbuat dari kabel-kabel telepon bekas hasil karyanya sendiri yang dijual ke teman-temannya, kemudian dia juga menjual gantungan kunci hasil kreasi kakaknya dari sinilah Mbak Diajeng sering mendapatkan order gantungan kunci dalam skala besar. Selepas SD tepatnya masa SMP dan SMU Mbak Diajeng mulai berbisnis kue, menjual jilbab, menjadi guru private bimbingan belajar hingga menjadi freelance sebagai interviewer.

Kemudian setelah lulus kuliah jurusan ilmu politik Universitas Indonesia, Mbak Diajeng bekerja di perusahaan marketing research, namun setelah menikah dia memutuskan resign untuk fokus menjadi ibu rumah tangga. Ternyata memang berbisnis sudah menjadi passion mbak Diajeng sehingga dia memutuskan untuk membuka usaha Hijab, alasannya adalah selain pangsa pasarnya yang besar, juga ingin mengubah paradigma orang-orang kalau muslimah yang mengenakan jilbab itu kuno, tidak fashionable sehingga hal inilah yang membuat insting bisnisnya muncul yaitu dengan membuat usaha menjual hijab dengan memanfaatkan teknologi digital ingin menginformasikan ke semua orang kalau muslimah yang mengenakan jilbab atau hijab itu tidak kuno dan bisa lebih fashionable dan tampil cantik.

Usaha jilbab yang dirintisnya ini walaupun baru dibangun namun Mbak Diajeng sudah memiliki visi yang besar, Mbak Diajeng memutuskan untuk menjadi agen perubahan di dunia Islamic fashion. Ajeng pun melakukan penelitian kecil dan wawancara dengan beberapa orang yang pernah berbisnis serupa. Setelah melakukan serangkaian riset dan persiapan, Ajeng pun memutuskan untuk membuat katalog fashion online.

BACA JUGA : Jam Sibuk Orang Indonesia Berbelanja Online

HijUp didirikan pada tahun 2011 di bulan Mei, hijup merupakah singkatan dari Hijab Dress Up. HijUp inilah yang menjadi pioneer marketplace jilbab pertama di Indonesia bahkan di Dunia. Awal merintis banyak kendala dan jalan yang berliku yang ditemui Mbak Diajeng bahkan awal sekali buka keesokannya karyawannya ada yang resign padahal dia hanya memiliki 2 orang karyawan. Akhirnya hal ini memaksa Ajeng merangkap semua pekerjaan, mulai memberi gantungan baju, menjadi stylist saat pemotretan, mengoordinasikan pemotretan, sampai dealing dengan tenant. Kemudian, untuk urusan website, dan sistem sang suami -lah yang turun tangan.

HijUp adalah marketplace untuk produk jilbab dan inilah yang menjadi kendalanya Mbak Ajeng harus bisa meyakinkan pemilik calon tenant untuk memajang produk mereka di HijUp, banyak cibiran yang dialami Mbak Ajeng seperti namanya yang aneh, tidak percaya akan hasilnya serta hasil foto yang dikritik para calon tenant tadi. Namun hal itu tidak membuat Mbak Diajeng putus asa malah semakin menambah semangat untuk bisa membuat HijUp mendunia.

Dengan memanfaatkan teknologi Digital Marketing maka HijUp pun mengadopsi semua pemasarannya lewat digital marketing, HijUp awalnya membuat video tutorial “How to” di youtube sehingga menjadi viral dan banyak ditionton oleh jutaan orang, kemudian HijUp mulai bekerjasama dengan penulis blog, make up, pembuat vlog dan penulis content website sehingga market hijUp bertambah besar di pasar online dan memudahkan HijUp untuk memasarkan produknya di dunia online.

Pasar dari hijUp tidak hanya berasal dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri, sebanyak 20% penjualan HijUp berasal dari Malaysia, Singapore dan Timur tengah.

Akhirnya, satu per satu tenant pun datang. Pada bulan-bulan pertama, HijUp memiliki 14 tenant. Kemudian penjualan merangkak naik. Sudah mulai mendekati ratusan juta,” ujarnya tersenyum. Dan pada tahun 2016 HijUp sudah memiliki lebih dari 140 tenant dan 43 karyawan selain itu penjualannya pun sudah besar berkisar antara Rp.500 juta sampai 1 Miliar per bulan. 90 % dari tenantnya merupakan pengusaha UMKM dan sisanya pengusaha besar. Marketplace HijUp yang dibangun mbak Diajeng telah membantu usaha kecil dan menengah karena mereka hanya meikirkan untuk inovasi dalam design dan membuat produk sedangkan untuk urusan marketing biar HijUp yang memasarkannya.

Dengan ketekunan dan pantang menyerah dalam berbisnis di HijUp berbuahkan hasil, sekarang HijUp tidak perlu bersusah payah mencari tenant karena justru tenant lah yang mengirimkan proposal untuk kerjasama dengan HijUp bahakan yang dari luar negeri pun datang untuk kerjasama, sungguh pencapaian yang luar biasa dari Mbak Diajeng lewat HijUpnya dengan tempo yang relatif singkat yakni dalam kurun waktu 7 tahun tapi sudah memilik omset yang luar biasa.

JASA BUAT WEBSITE MURAH

Jasa Buat Website
Jasa Buat Website

Disini kita dapat belajar dari kesuksesan HijUp karena dengan ketekunan dan pantang menyerah maka apa yang kita inginkan pasti akan terwujud. Kita pasti bisa memenuhi segala impian dan cita-cita dalam membangun bisnis dengan memanfaatkan digital marketing. Kami pun sedang membangun bisnis online shop dengan nama blanjaUnik semoga Allah SWT berkenan untuk menjadikan BlanjaUnik sebesar dan bahkan lebih besar dari HijUp.

Post Comment

%d bloggers like this: