Inspirasi

Inspirasi Bisnis dari Holycow Steakhouse By Chef Afit Memanfaatkan Digital Marketing

Mahirbisnis.id – Kali ini kita akan belajar bagaimana ketekunan merubah segalanyanya. Dan bagaimana juga Digital Marketing sebagai media yang efektif mampu untuk membuat suatu brand menjadi begitu kuat dan efisien. Kalau kita pernah mendengar dan tentunya kalia sudah tau yang namanya Holycow Steakhouse itu adalah restoran steak yang ingin memperkenalkan dan mempromosikan steak wagyu di Indonesia dengan harga yang bersahabat. Tentu kita tau steak wagyu berasal dari sapi Jepang dengan nama sapi wagyu dimana sapi tersebut diperlakukan bak raja, mulai dari makannya, tempat tinggalnya bahkan perawatannya semuanya dilakukan dengan spesial dan penuh cinta. Ini semua dilakukan agar dapat menghasilkan daging yang enak, lembut dan rendah lemak.

Disini kita tidak akan membahas lebih detail tentang sapi wagyu tapi yang akan menjadi topik pembahasan kita adalah belajar dari Inspirasi Bisnis Holycow Steakhouse By Chef Afit. Kita tau belakangan ini nama Holycow sudah menjadi branding tersendiri terutama dikalangan anak-anak muda, tidak sedikit pula yang sudah dewasa pun mengenal dengan brand nama Holycow. Prinsip bisnis dari pemilik Holycow ini ingin mempopulerkan Steak Wagyu dengan harga yang terjangkau, dan dibalik nama besar Holycow Steakhouse itu ada sosok Afit Dwi Purwanto dengan tekun memasarkan steak wagyu ke semua orang.

BACA JUGA : Digital Marketing Metode Terbaik Untuk Mempromosikan Bisnis Anda

Awal merintis karir untuk memiliki restoran steak juga tidak mudah, banyak jalan terjal dan berliku dan tidak semudah membalikan telapak tangan. Dengan tekat untuk mandiri dan menjadi independen maka Afit selepas kuliah tidak ingin menjadi buruh orang lain dan bertekad ingin menjadi pengusaha. Tekad ingin menjadi pengusaha ini sudah Afit terapkan saat ia duduk di bangku kuliah, dia mulai berbisnis dengan menjual baju distro sablonan, dan kerennya baju yang ia buat pernah di pakai oleh Vj MTV, namun karena gaya hidup pada masa itu dia tidak pandai memutar uang sehingga usaha kaos distro tersebut berhenti.

Kemudian peruntungan berubah setelah menikah dengan Lucy Wiryono, Afit semakin mantap berbisnis mulai dari mulai dari kripik dan usaha trading, namun memang pembelajaran berharga dari membangun bisnis itu jangan pernah takut gagal, bisnis yang mereka jalankan tersebut berakhir dalam kegagalan. Tapi dari kedua kegagalan tersebut dia mendapatkan pelajaran yang pertama jangan tergiur dengan penghasilan yang besar dala waktu cepat dan yang kedua tidak memahami bisnis yang ditekuni.

Untungnya Afit memang menyukai hobi makan steak kemudian dengan berbekal kemahirannya dalam meramu masakan maka Afit menjajal peruntungan di dunia bisnis restoran dan nama merek Holycow pun lahir dengan mengusung positioning wagyu for everyone. Tapi ternyata perbedaan visi dan misi antara Afit dan rekan partnernya di bisnis Holycow menjadi alasan untuk berpisah. Dan pada bulan Mei 2012 mereka sepakat tidak melanjutkan kerjasama dan mereka masing-masing membesarkan merek Holycow nya.

“Pecah itu berat, tapi lebih berat lagi, kalau terus bersama tapi saling tidak percaya,” papar Lucy yang bertugas sebagai Marketing & Communication Manager dari bisnis suaminya ini.

 Lucy melanjutkan, pemisahan pun dilakukan secara profesional dengan menggunakan jasa mediator bersertifikat dan notaris agar pembagian kepemilikan saham tercatat sah. Akibat hal itu, Afit mesti menanggung biaya pinalti dari ditutupnya gerai pertama Holycow di Singapura. Afit juga mesti membayar utang ke suplier.

 Meski sama-sama menggunakan nama Holycow, Afit mesti melahirkan sebuah brand baru yang berbeda dari milik mitranya itu. Termasuk, tidak lagi menyebut gerainya sebagai TKP (Tempat Karnivora Pesta), melainkan menggantinya menjadi CAMP (CArnivores Meat-ing Point).

Holycow Steakhouse by Chef Afit pun lahir. Dengan berbekal mempromosikan di Digital Marketing lewat sebuah video singkat di laptop yang mengundang pelanggan agar memilih dan mengumpulkan karya desaign logo Holycow yang beredar luas di media sosial. Tayangan ini menjadi viral dan ditonton sebanyak 58 juta kali dan menerima kicauan di twiter sebayak 10.000 kicauan dan mengumpulkan sebanyak 700 surat suara yang dikumpulkan seluruh cabang Holycow. Kampanye lewat media online ini efektif dan inovatif sehingga memberikan keuntungan besar dari segi penjualan dan pengenalan merek bagi Holycow, dan namanya pun berubah menjadi “Holycow Steakhouse By Chef Afit”.

Pembuatan merek yang dibedakan ini dilakukan agar masyarakat tau mana steak wagyu yang asli buatan Chef Afit dan mana yang bukan, ini tentunya akan memberikan nilai keuntungan karena kalau tidak dilakukan pengenalan brand baru maka kalau restoran Holycow milik Afit yang bagus tentu akan berimbas ke Holycow partnernya dan sebaliknya kalau Holycow Afit yang tidak bagus maka akan berimbas ke Holycow partnernya juga.

Saat ini Holycow telah memiliki 12 cabang yangtelah tersebar di seluruh Indonesia dari Inspirasi Bisnis kali ini kita tidak hanya belajar dari keTekunan dan Fokus dari Afit dan Lucy tapi juga kita belajar bagaimana efektifnya Digital Marketing di dalam mempromosikan dan membangun bisnis kita, karena Bisnis Go Online itu bukan pilihan tapi Keharusan agar bisnis kita tidak tutup seperti bisnis besar lainnya yang tutup hanya karena terlambat berTransformasi ke Digital Marketing.

Post Comment

%d bloggers like this: